Senin, 10 Mei 2010

Manusia dan Ekonomi

Pada dasarnya manusia dan ekonomi tidak dapat di pisahkan, karena secara otomatis manusia adalah penggerak dari kegiatan ekonomi itu sendiri dan manusia pun akan mendapatkan hasil dari kegiatan ekonomi yang ia lakukan.Dalam berjalannya kegiatan ekonomi dikehidupan sehari-hari ada bebrapa faktor penggerak kegiatan ekonomi yang dapat mempengaruhi jalannya kegiatan ekonomi, sebagai berikut :


1. Kebutuhan ekonomi, sifatnya tidak terbatas.
2. Kelangkaan (Scarcity), ketersediaannya terbatas. Dalam hal kelangkaan ini masih ada beberapa jenis kelangkaan yaitu kelangkaan sumber daya alam, kelangkaan sumber daya manusia, kelangkaan sumber daya modal, kelangkaan sumber daya pengusaha. Contoh kasus pada kelangkaan adalah : saat kita memiliki anggaran sebesar 300.000 setiap bulan dan kita memiliki berbagai macam kebutuhan hidup selama satu bulan.Pada saat seperti ini kita harus cermat dalam mengguakan anggaran tersebut, karena kita memiliki keterbatasan/kelangkaan sumber daya berupa uang. Sehingga jika kita dapat mengupayakan mengelola sumber daya modal tersebut dengan baik kita dapat menabung dan membeli barang yang lebih berguna untuk kita.
3. Pilihan ( Alternatif)/Opportunity cost, penggunaan sumberdaya untuk tujuan tertentu.
4. Konsep ekonomi, dibedakan antara kebutuhan (need) dan keinginan (want).


Ilmu ekonomi sendiri memiliki cabang-cabang ilmu, contoh cabang dari ilmu ekonomi, yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Perbedaan dari kedua cabang ilmu tersebut adalah ilmu ekonomi mikro menganalisis bagian unit-unit kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian. Sebaliknya ilmu ekonomi makro merupakan menganalisis secara keseluruhan kegiatan perekonomian yang bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam perekonomian. Berikut adalah contoh kasus perbedaan ekonomi mikro dan makro :

Sebuah perusahaan memanfaatkan sumber air alam untuk menghasilkan air minum kemasan. Perusahaan yang memproduksi air minum kemasan ini termasuk satu-satunya perusahaan ada di pasar. Perusahaan tersebut menentukan harga air minum kemasan yang dihasilkan dan ia memperoleh keuntungan. Perusahaan lain yang memproduksi air minum kemasan bermunculan karena perusahaan yang terdahulu mampu menciptakan keuntungan. Perkembangan perusahaan air minum kemasan memberikan sumbangan (kontribusi) kepada produksi nasional (pendapatan nasional). Disamping itu, munculnya perusahaan yang memproduksi air minum kemasan ini akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Dalam kasus di atas yang termasuk ekonomi mikro adalah saat sebuah perusahaan air mium menentukan harga jual dan memproduksi/menjual air minum ke pasar. Sedangkan ekonomi makro adalah saat perkembangan perusahaan air minum tersebut memberikan kontribusi bagi negara sebagai pedapatan nasional, juga saat perusahaan lain ikut termotivasi untuk memproduksi air minum, sehingga menumbuhkan lapangan kerja baru yang lebih banyak.

Perekonomian dapat berkembang dan mengikuti perkembangan zaman layaknya manusia, hal tersebut terjadi karena berkembangnya peradaban manusia yang disini adalah sebagai pelaku ekonomi. Dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan terus berkembang merupakan faktor utama dari berkembangnya kegiatan ekonomi. Berikut adalah contoh kasus dari penjelasan di atas :

Petani dan dua anaknya menggarap sebidang tanah yang mereka miliki, Petani tersebut memutuskan untuk menanam jagung dengan cara yang sangat tradisional, yakni mengolah tanah dengan menggunakan cangkul. Dan setelah beberapa musim mereka menggarap dengan cangkul petani tersebut merasa sudah tidak cocok lagi. Petani membutuhkan alat pengolah tanah yang dapat bekerja secara cepat dan menggunakan tenaga manusia semakin sedikit.

Perkembangan kebutuhan manusia yang dapat mendorong kegiatan ekonomi pada kasus ini adalah saat petani yang biasa menggunakan cangkul merasa tidak cocok lagi menggunakan cangkul, dan membutuhkan alat yang dapat bekerja secara cepat dan hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja. Dan secara otomatis jika penggunaan alat yang semakin cepat maka hasil produksipun akan meningkat, lalu hasil produksi yang meningkat itu juga akan di jual ke pasar dan dapat meningkatkan/mengembangkan kegiatan perekonomian di pasar. Dalam kasus ini yang termasuk SDA adalah sebidang tanah, dan yang termasuk SDM adalah tindakan yang dilakukan oleh petani tersebut yaitu menanam jagung. Sedangkan yang termasuk SDMo adalah cangkul yang di gunakan petani tersebut untuk menanam jagung.

Dalam ekonomi juga tidak lepas dari masalah ekonomi pokok itu sendiri, masalah pokok ekonomi tersebut adalah what, how, for whom berikut adalah ilustrasi pada ketiga masalah pokok ekonomi tersebut.

Seorang petani memiliki sebidang tanah dan memutuskan lahan tersebut akan ditanami jagung. Pengolahan tanah, penanaman bibit, perawatan dan memetik hasil (panen) menggunakan cara tradisional. Banyaknya bibit yang ia gunakan iperkirakan akan menghasilkan jagung sebanyak 1 ton. Jagung hasil produksi tersebut akan dijual kepada pembeli di pasar-pasar tradisional.

what yang di maksud disini adalah, apa yang di produksi dan pada kasus ini adalah jagung. Sedangkan How adalah bagaimana barang tersebut di proses, disini smua caranya adalah dengan menggunakan cara tradisional. Dan yang termasuk for whom adalah para pembeli di pasar.

Ilustrasi lain mengenai what, how, for whom adalah :
Sebuah perusahaan melakukan penelitian pasar. Hasil penelitian memberi informasi bahwa pasar membutuhkan 100 ribu unit computer lebih banyak daripada jumlah computer yang mampu tersedia saat ini setiap tahun. Perusahaan tersebut memutuskan akan memproduksi 100 ribu unit computer setiap tahun dengan target pembelinya adalah mahasiswa. Computer dibuat dengan menggunakan lebih banyak sumberdaya modal (padat modal).

Dalam konteks ini perusahaan dapat memecahkan masalah what saat ia tahu barang apakah yang sedag banyak di konsumsi/di eli di masyarakat, dan perusahaan tersebut segera memproduksi barang tersebut[komputer]. How saat perusahaan tersebut membuat komputer dengan lebih menggunakan sumber daya modal, karena dengan menggunakan sumber daya modal apat membel mesin-mesin produksi sehingga dapat mengerjakan lebih cepat. ForWhom perusahaan tersebut tahu mangsa pasar yang tepat yaitu mahasiswa, karena pada kalangan ini penggunaan komputer di rasakan sangan penting dan harus, jadi bagi mereka akan lebih tergoda untuk embeli komputer tersebut.

Perekonomian pada negara juga menganut beberapa system ekonomi, antara lain liberalis, sosialis, kapitalis, dan pancasila. Berikut adalah contoh kasus dalam penerapan system ekonomi.


Sebuah Negara mengelola perekonomiannya dengan menguasai sebagian besar sumberdaya ekonomi yang dimiliki Negara tersebut. Perusahaan perusahaan yang terdapat di Negara tersebut sebagian besar merupakan perusahaan Negara yang berfungsi mengatur sebagian besar masalah konsumsi, produksi dan distribusi di Negara tersebut.

Dari contoh kasus di atas sistem perekonomian yang di gunakan adalah sistem perekonomian sosisalis, karena dalam sistem sosialis negara memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.

Dalam ilmu ekonomi terdapat istilah barang bebas dan barang ekonomis. Barang bebas adalah barang yang secara bebas dapat kita dapatkan, sedangkan barang ekonomis adalah barang yang jika kita ingin mendapatkannya harus membeli atau membayar. Berikut adalah contoh cerita mengenai hal tersebut.


Manusia memerlukan oksigen (O2) untuk hidup. Manusia dapat memperoleh oksigen di udara bebas. Pada saat seseorang sedang sakit, orang tersebut tidak mampu memanfaatkan (mengambil) oksigen yang terdapat dalam udara bebas. Namun harus melalui alat Bantu (tabung oksigen).

Dalam konteks ini oksigen yang termasuk ke dalam barang bebas adalah oksigen saat kita sedang hidup sehat, karena kita bebas menghirupnya secara gratis dan sebanyak apapun. Sedangkan jika kita sedang sakit oksigen tersebut menjadi barang terbatas karena dalam konsumsinya kita di wajibkan untuk membayar untuk suatu jumlah tertentu.

Dalam ekonomi terdapat permintaan (demand) dan penawaran (supply) yang saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas (jumlah barang). Setiap transaksi perdagangan pasti ada permintaan, penawaran, harga dan kuantitas yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Berikut adalah contoh gambar kurva permintaan dan penawaran.




Pada permintaan dan penawaran, kita juga dapat menentukan besarnya kekurangan atau kelebihan pada suatu waktu, yaitu melalui persamaan-persamaan. Berikut adalah contohnya

Permintaan dan Penawaran terhadap barang X ditunjukkan oleh persamaan; Q = 100 – 2P dan Q = 3P – 10. Jika harga yang terjadi di pasar adalah 25, maka kita dapat menentukan dengan cara berikut :

Yd=25(100-2P)

Yd 2500 – 50p

2500 – 50p = 50p

100p = 2500

P = 25

Jadi Yd 2500 – 50p

= 2500 – 50(25)

=2500 - 1250

=1250 ( jumlah kelebihan barang )

Ys = 25 ( 3p – 10)

Ys 75p – 250

75p – 250 = 75p

150p =250

P = 1,67

Jadi Ys 75p – 250

75 ( 5 )- 250

= 375 -250

= 125 (jumlah kekurangan barang )


Dalam perkembangannya negara/pemerntah dalam suatu sistem ekonomi dapat menentukan harga dasar (floor price) dan harga tertinggi (ceiling price). Hal tersebut di karnakan untuk menjaga masing-masing pelaku ekonomi( produsen dan konsmen). Dalam penetapan harga dasar pemerintah bertujuan untuk melindungi produsen/penjual agar tidak mengalami kerugian, karena jika sudah di tetapkan harga dasar konsumen hanya dapat membeli paling murah dengan harga dasar, dimana dengan harga dasar itu penjualpun sudah mendapat keuntungan. Sedangkan penetapan hara tertinggi untuk melindungi konsumen/pembeli dari harga yang di patok penjual secara berlebihan.

Namun dari ketetapan pemerintah mengenai harga dasar dan harga tertinggi dapat terjadi pula hal-hal lain, seperti harga di atas harga tertinggi atau pun harga di bawah harga dasar.

Jika hal tersebut terjadi pemerintah dapat mengambil tindakan-tindakan seperti melakukan operasi pasar terhadap harga yang melewati harga tertinggi, ataupun melakukan pembelian barang-barang yang harganya di bawa harga terendah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar